RHEUMATOID FAKTOR (RF) & MENOPAUSE

Siti Nureliya, Meri Meri

Abstract


Menopause merupakan kondisi berhentinya menstruasi, dimana ovarium berhenti memproduksi sel telur. Pada wanita terdapat hormon estrogen yang bisa merangsang respon imun yang akan meningkatkan aktivasi sel B sambil meregulasi-turun sel T supresor. Rheumatoid Faktor (RF) yaitu antibodi terhadap region Fc immunoglobulin IgG. Rheumatoid Arthritis (RA) merupakan suatu penyakit autoimun yang biasanya mengenai persendian (tangan dan kaki), secara simetris akan mengalami peradangan, sehingga menyebabkan terjadinya pembengkakan, nyeri dan kerusakan bagian dalam sendi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui RF pada wanita menopause dengan kriteria wanita menopause yang berumur 45 tahun sampai 55 tahun. Metode penelitian ini bersifat deksriptif dengan pemeriksaan menggunakan parameter RF secara aglutinasi latex (metode Latex Slide Test) dan mengamati ada tidaknya aglutinasi. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling sebanyak 30 orang. Hasil penelitian yaitu sebanyak 23% (7 orang) yang RF reaktif dan 76% (23 orang) yang RF non reaktif. Kesimpulannya yaitu RF pada wanita menopause sebagian besar non reaktif.

Keywords


Wanita Menopause, Rheumatoid Faktor (RF), Rheumatoid Arthritis (RA).

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.36465/jkbth.v19i2.515

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Siti Nureliya, Meri Meri

Flag Counter